Beberapa orang melihat 23 sebagai usia dimana seorang wanita telah dewasa dan matang, telah dapat membuat keputusan dan diberikan tanggung jawab nyata. Saat inilah wanita telah dapat membuat pilihan-pilihan penting dalam hidupnya.
Beberapa yang lain melihat 23 adalah saat dimana seorang perempuan mulai melihat dunia melalui kacamata mungilnya "Mereka seharusnya berjalan dan menikmati hidup terlebih dahulu, berpetualang dan mencari teman sebanyak-banyaknya." Bagi beberapa yang lain ini, 23 terlihat muda dan rapuh.
Untuk sisanya,
23 hanyalah angka dalam dunia mereka yang padat dan tak terarah. Hanyalah tulisan yang dapat dihapus dan dapat bertambah dengan mudahnya. Mereka terlalu sibuk dengan kejenuhan sehari-hari, dengan hingar bingar pikiran mereka sendiri.
Dan bagiku,
23 lah yang membangunkan dan membuat mata ini mulai melihat bahwa mimpi itu telah memasuki dunia nyata. Mimpi yang tadinya hanya berupa angan yang tadinya hanya berupa curahan hati, yang tadinya masih berkelana dan mencari tempatnya berlabuh.
Langit
dan awan mengangkatku dan membuatku teringat bahwa aku pernah jatuh pada langit
senja di hari itu. Senja yang terlihat begitu indah dan berbeda dari biasanya.
Samudera
pun tak lagi sama saat aku disana dan membayangkan lembutnya belaian angin dan
hadirnya di sisiku.
Dan aku
bermimpi, agar gunung pun tak lagi sama, agar bintang dan awan menjadi saksi
dua pasang jejak yang nantinya 'kan terhapus oleh siulan angin di musim itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar